Waze Bidik Sektor yang Lebih Beragam di Pasar Periklanan

Waze Bidik Sektor yang Lebih Beragam di Pasar Periklanan

Waze Bidik Sektor yang Lebih Beragam di Pasar Periklanan

APLIKASI Navigasi Waze makin serius menggarap bisnis periklanan disamping memperkuat fitur peta daring yang jadi layanan utama aplikasi yang dimiliki Google tersebut.

Country Manager Waze Indonesia Marlin R. Siahaan mengatakan, pihaknya ingin menggarap sektor industri yang lebih beragam dengan mengimplementasikan teknologi periklanan (ad-tech) terbaru di Indonesia tahun ini.

Sebelumnya, solusi periklanan yang disandingkan dengan layanan navigasi yang disediakan Waze, sukses membidik sektor restoran cepat saji, SPBU, otomotif, dan perbankan.

“Tahun ini kami membidik juga industri FMCG (fast moving consumer goods), Jadi mereka bisa mengarahkan pengendara ke retail yang menyediakan produk mereka, ketika mereka beriklan ke Waze,” kata Marlin, beberapa waktu lalu.

Untuk memperkuat bisnisnya tersebut, Waze Indonesia akan berupaya mengimplementasikan ad-tech yang sudah digunakan dalam skala global ke Indonesia.

Salah satunya ialah dengan menyediakan saluran koneksi antaraplikasi

, terutama aplikasi yang bergerak di bidang pembayaran (payment) untuk memudahkan pengguna aplikasi dan pemasang iklan dalam transaksi.

Baca juga : Huawei akan Bangun Pabrik Pendukung Jaringan 5G di Prancis

“Jadi orang nanti kalau liat SPBU bisa langsung bayar kalau punya aplikasi dengan teknologi payment,” ujar wanita yang ditunjuk menangani Waze sejak Januari 2018 itu.

Selain interkoneksi antaraplikasi, Waze juga berupaya menghadirkan iklan banner

yang bila diklik bannernya bisa mendengarkan promo yang ditawarkan atau jingle dari penyedia iklan. Marlin memastikan, semua inovasi itu tetap mengedepankan keselamatan berkendara.

“Jadi itu user initiated, kalau mereka gak memencet banner atau branded pin

, tidak akan terbuka. Iklan itu juga muncul ketika dalam keadaan zero speed atau saat berhenti, seperti di lampu merah,” tutur Marlin.

 

Baca Juga :