SMPN 8 Solo Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional

SMPN 8 Solo Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional

SMPN 8 Solo Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional

SMP Negeri 8 Surakarta berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata

Nasional Tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan tersebut diberikan secara resmi, Jumat (21/12/2018) kemarin oleh Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd.

Kepala SMPN 8 Surakarta, Triad Suparman dalam rilisnya yang dikirim Waka Humas, Ngatman, S.Pd ke Joglosemarnews menjelaskan, penghargaa Adiwiyata itu diharapkan dapat memotivasi warga sekolah untuk mencintai lingkungan sekitar.

“Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi atas usaha civitas sekolah dalam upaya

melindungi dan mengelola lingkungan sekolah,” jelasnya.
Baca Juga : Siswa SMK Mandala Bhakti Meriahkan HUT RI dengan Permainan Tradisional

Sementara itu, Pembina Adiwiyata SMPN 8 Surakarta, Rekyan Pamusthi, S.Pd menjelaskan, ada empat komponen yang harus dilaksanakan sekolah agar mendapatkan predikat sebagai sekolah adiwiyata.

Keempat komponen itu adalah kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

“Ini sudah sejalan dengan visi sekolah yaitu berprestasi, berwawasan lingkungan

berdasarkan iman dan taqwa,” bebernya.

Dijelaskan Rekyan, sekolah dengan 57 guru dan karyawan serta 765 siswa itu, semuanya bekerja sama dengan kompak menjaga lingkungan sekolah. Mulai dari dalam kelas, ruangan, halaman dan lingkungan sekitar.
Baca Juga : Sambut HUT ke-74, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Adakan Berbagai Lomba

“Bahkan siswa tanpa keberatan, setiap hari bergantian membuang sampah dari kelas menuju tempat pembuangan akhir di gerobag yang sudah disediakan sekolah,” paparnya.

Sampah yang ada di sekolah sudah dibedakan antara sampah organik dan anorganik. Dengan pemilahan ini bertujuan untuk dijadikan bahan yang bisa digunakan lagi.

Perjuangan SMPN 8 Surakarta tidak hanya berhenti pada penghargaan. Menurut Triad Suparman, setelah moment ini, pihaknya harus mempersiapkan diri untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri.

 

Sumber :

https://balad.org/sejarah-tari-barong-bali/