SIFAT OVERHEAD PABRIK

Table of Contents

SIFAT OVERHEAD PABRIK

SIFAT OVERHEAD PABRIK

Biaya overhead atau biaya produksi tidak langsung telah makin banyak bertambah begitu perusahaan menjadi semakin rumit, dan telah semakin banyak dipergunakan mesin dan peralatan yang canggih. Oleh karena telah bertambahnya investasi dalam mesin yang dikendalikan melalui computer, yang dapat menaikan produktivitas dan mengurangi jam kerja tenaga langsung, maka pengendalian biaya penyusutan, biaya penggunaan tenaga listrik dan sebagainya, perbaikan dan pemeliharaan mesin, dan lain-lainnya yang sejenis telah mendapat perhatian yang lebih besar dari manajemen.

Overhead pabrikase mempunyai beberapa karakteristik yang membedakannya dengam biaya produksi langsung yang terdiri dari biaya bahan baku dan upah langsung. Biaya overhead ini mencakup bermacam-macam jenis biaya seperti penyusutan, pajak kekayaan, asuransi, upah tidak langsung, bahan perlengkapan pabrik, listrik dan kegunaan umum lainnya seperti air, biaya ketatausahaan, perbaikan dan pemeliharaan, dan biaya-biaya lain yang tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan suatu produk, proses atau job tertentu. Jenis-jenis biaya ini mempunyai perilaku yang berbeda dari baiya langsung dengan adanya volume produksi. Sebagian biaya-biaya ini berfluktuasi sebanding dengan kenaikan atau penurunan produksi, dan yang lain akan tetap dan tidak akan sensitive terhadap perubahan dalam banyaknya unit produksi. Dapat dilihat juga  bahwa sebagian biaya yang lain bersifat semivariabel dan untuk sesuatu tingakat volume tertentu adalah tetap (konstan) akan tetapi akan berubah secara kurang proposional dengan adanya perubahan volume dan dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen yang tetap dan yang variabel.

Pengendalian biaya overhead terletak di tangan banyak orang yang terlibat dalam proses produksi. Berbagai biaya seperti perbaikan dan pemeliharaan dikendalikan oleh kepala departemen pemeliharaan. Bahan perkengkapan pengolahan dikendalikan oleh kepala masing-masing departemen yang menggunakannya. Biaya-biaya lain dapat diputuskan oleh manajemen dan ditugaskan kepada seseorang manager untuk dikendalikan olehnya, misalnya penyusutan, pajak, asuransi, dan lain-lain. Pengendalian biaya produksi tidak langsung banyak variasinya dan merupakan tantangan bagi controller.

MASALAH AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN OVERHEAD PABRIK

Sifat dasar dari biaya overhead pabrik telah menimbilkan berbagai masalah yang perlu diperhatikan, dan ini terutama menjadi tanggung jawab fungsional dari controller. Keputusan-keputusan yang diambil mempengaruhi pengendalian biaya, penilaian persediaan dan penetapan harga. Beberapa pertimbnagan yang terkihat dalam mengambil keputusan-keputusan ini adalah sebagai berikut:

  1. Metode yang akan dipergunakan dalam menetapkan pusat biaya atau departemen untuk mengakumulasikan biaya yang sesungguhnya (actual cost) untuk membandingkannya dengan standar atau budget dan untuk menetapka penyimpangan atau biaya-biaya yang berlebihan.
  2. Basis untuk mengalokasikan biaya-biaya tidak langsung terhadap produk, departemen, proses, atau job untuk menetapkan harga pokok.
  3. Penetapan tingkat kegiatan yang akan dipergunakan dalam mengukur hubungan biaya volume dan dalam menetapkan standar.
  4. Pengalokasian biaya produksi terhadap operasi berjalan.

PENDEKATAN DALAM PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

Banyaknya jenis biaya overhead dan tanggung jawab yang terbagi-bagi dapat mempermudah terjadinya biaya-biaya yang berlebihan.selanjutnya, kenyataan bahwa banyaknya unsur biaya dengan jumlah yang kecil-kecil dan tidak penting dalam hubungannya dengan pemakaian/konsumsi atau biaya per unit sering memperbesar kelalaian mengadakan pengendalian yang semestinya. Bantuan ketatausahaan harus dinaikkan dengan sendirinya pada saat volume meningkat, tetapi terdapat keengganan, dan biasanya penundaan, untuk mengahpuskan bantuan seperti itu pada saat tidak diperlukan lagi. Pengurangan kebutuhan perlu diperkirakan dan diantisipasikan serta diambil tindakan yang sesuai tepat pada waktunya. Terdapat banyak jenis biaya yang walau harga pokok per unitnya kecil, tetapi secara keseluruhan dapat membuat perusahaan kurang mampu untuk bersaing. Beberapa contohnya adalah jam kerja manusia untuk kegiatan pemeliharaan, pencetakan formulir-formulir atau penggunaan perlengkapan khusus padahal cukup dengan menggunakan formulir atau perlengkapan yang standar, penggunaan perlengkapan untuk tujuan prive, pengunaan fasilitas-fasilitas komunikasi dan photocopy secara serampangan. Semua jenis biaya produksi tidak langsung perlu dievaluasi dan dikendalikan untuk mencapai pengurangan biaya kapan saja mungkin.

Meskipun factor-faktor ini dapat agak menyulitkan pengendalian biaya overhead, tetapi cara pendekatan dasar bagi pengendalian ini pada pokoknya adalah sama seperti yang diterapkan terhadap biaya-biaya langsung, yaitu: penetapan standar, pengukuran prestasi pelaksanaan yang sebenarnya terhadap standar, dan pengambilan tindakan perbaikan bila mereka yang bertanggung jawab untuk memenuhi standar telah berulang kali gagal mencapai tujuannya. Standar-standar dapat berubah pada tingkat volume yang berbeda-beda; atau dengan cara lain, standar-standar itu harus cukup fleksibel untuk menyesuaikan dengan tingkat operasi yang sedang berjalan. Dalam hal ini penetapan da pengaplikasian standar biaya overhead dapat berbeda dari prosedur yang dipergunkan dalam pengendalian biaya bahan dan upah langsung. Tingkat kemulusan dan luasnya aplikasi akan berbeda menurut jenis biaya yang bersangkutan. Controller harus melakukan semua usaha utnuk menerapkan standar-standar yang layak. Dia tidak boleh salah berfikir, bahwa hanya sedikit yang diperlukan atau bahwa tidak ada apapun yang dapat dicapai dengan standar.

DEPARTEMENTALISASI BIAYA PRODUKSI TIDAK LANGSUNG

Salah satu persyaratan terpenting baik untuk pengendalian biaya ataupun untuk penetapan harga pokok yang akurat adalah pengklasifikasian perkiraan-perkiraan secara wajar. Pengendalian perlu dilakukan pada sumber/titik asalnya dan oleh karena biaya dikendalikan oleh individu-individu, maka klasifikasi utama dar perkiraan harus dilakukan menurut tanggung jawab dari masing-masing indvidu, yaitu dengan mengeterapkan prinsip “responsibility accounting”. Ini pada umumnya mengharuskan adanya suatu pemisahan biaya per departemen, baik departemen produktif maupun departemen jasa/pelayanan seperti misalnya departemen pemeliharaan, dan lain-lain. Akan tetapi, kadang-kadang peril membagikan klasifikasi biaya secara lebih terperinci untuk mendapatkan pengendalian atau perhitungan harga pokok produk secara wajar untuk menentukan biaya yang sebenarnya dan biaya standar per pusat biaya (cost center). Keputusan mengenai tingakt keterincian yang diperlukan sebagian besar akan tergantung pada apakah akan timbul harga pokok produk yang lebih baik atau apakah dapat dicapai pengendalian biaya secara lebih baik.

Suatu pusat biaya (cost center), yang biasanya adalah devisi biaya yang paling kecil,ditentukan dari salah satu basis-basis sebagai berikut:

  1. Satu atau lebih mesin (mesin-mesin) yang serupa atau yang identik.
  2. Prestasi pelaksanaan suatu operasi atau golongan operasi-operasi yang serupa atau yang berhubungan dalam proses produksi.

Pemisah operasi-operasi ata fungsi-fungsi merupakan hal yang hakiki karena seseorang mandor munkin mempumyai lebih dari satu jenis mesin atau operasi dalam departemennya yang semuanya mempengaruhi biaya. Suatu jenis produk mungkin memerlukan penggunaan mesin yang lebih mahal dalam sebuah departemen, sedangkan yang lain mungkin memerlukan hanya pengolahan tangan yang sederhana. Pemisahan per pusat biaya akan menunjukkan perbedaan biaya seperti ini. Tariff-tarif biya overhead yang berbeda perlu dipergunakan mengingat adanya perbedaan dalam penggunaan jasa atau mesin.

BIAYA TETAP DAN BIAYA VARIABEL

Langkah lain yang penting dalam pengendalian biaya overhead adalah pemisahan biaya menjadi dua golongan, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya variabel yang sebenarnya kan menaik atau menurun secara proposional dengan volume pekerjaan. Pengendalian dilaksanakan dengan mengendalikan biaya dalam batas-batas yang telah ditetapkan untuk tingkat kegiatan tertentu. Biaya tetap (fixed cost) tidak berubah menurut kegiatan tetapi tinggal tetap selama satu periode waktu yang relative singkat. Pengendalian terhadap jenis biaya ini sebagian besar tergantung pada pimpinan umum/tertinggi yang menetapkan kebijaksanaan sehubungan dengan investasi, tingkat persediaan dan besarnya organisasi. Dapat diamati bahwa kegagalan untuk membedakan kedua jenis biaya tersebut dapat mengakibatkan kegagalan dalam mengendalikan biaya overhead. Mengapa? Karena dengan demikian tidak dapat dipastikan, apakah kenaikan diakibatkan oleh biaya tetap per unit yang lebih tinggi karena volume pekerjaan yang terlalu rendah, atau diakibatkan oleh adanya kegagalan untuk mengendalikan biaya variabel dalam batas-batas yang semestinya.

Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel ini memungkinkan dipergunakan “flexible budget” yaitu suatu budget yang memberikan perhitungan yang berbeda sesuai dengan kegiatan dari departemen yang bersangkutan. Yang berlawanan dengan jenis budget ini adalah”fixed budget” yang direncanakan untuk sesuatu tingkat kegiatan tertentu. Sebenarnya kegiatan jarang persis pada suatu tingkat atau pada tingkat yang diantisipasikan. Oleh karena itu, kecuali jika diberikan kelonggaran atau perhitungan bagi adanya perubahan kegiatan, maka budget kecil artinya sebagai suatu alat pengendalian bila volume yang dicapai adalah pada tingkat yang berlainan.

Kadang-kadang dikenal adanya suatu klasifikasi yang terpisah dari biaya produksi yaitu biaya semi variabel. Biaya-biaya ini berubah mengikuti perubahan volume produksi, tetapi tidak dalam proporsi yang langsung. Untuk mengendalikan biaya-biaya seperti ini terdapat dua teknik tersendiri. Metode yang satu menetapkan semua biaya semivariabel pada setiap departemen,berapakah biaya semi variabel untuk setiap tingkat kegiatan. Sebagai contoh jika rentang yang diharapkan adalah diantara 60% s/d. 90% kapasitas biaya-biaya harus dianggarkan untuk setiap 5%-6%, dan seterusnya. Budget yang berlaku pada tingkat volume yang sebenarnya akan diseleksi akan diinterpolasikan antara rentang 5%, jika dianggap perlu, lalu biaya-biaya yang sesungguhnya akan dibandingkan secara periodic dengan anggaran dan diambil tindakan perbaikan.

Metode lain untuk mengeterapkan pengendalian anggaran terhadap biaya semi variabel adalah dengan memecahkan biaya-biaya ini menjadi bagian-bagian yang tetap dan yang variabel dan memperlakukannya secara terpisah. Porsi yang tepat dapat dianggap sebagai biaya yang diperlukan pada tingkat terendah dari volume yang diperkirakan, dan perbedaan diantara ini dengan tingkat yang tertinggi dan dianggap sebagai variabel.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/