Ratusan Anak Tidak Mampu Di Tangsel Jadi Siswa Terbuka

Ratusan Anak Tidak Mampu Di Tangsel Jadi Siswa Terbuka

Ratusan Anak Tidak Mampu Di Tangsel Jadi Siswa Terbuka

Ratusan anak kurang mampu di Kota Tangsel akhirnya bisa tersenyum lega.

Pemkot Tangsel memasukan mereka sebagai siswa terbuka di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono ditemui usai pelatihan guru di Serpong pada Senin, (24/9). “Peserta didik siswa terbuka (sebutan siswa PKBM) ini didominasi anak kurang mampu,” katanya.

Menurutnya, pendidikan nonformal ini masih dianggap sebagai pengganti, penambah,

atau pelengkap pendidikan formal sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Siswa terbuka ini juga mendapatkan bantuan dari BOSDA dan BOSNAS,” ujarnya.

Selain itu, Taryono juga mendorong pihak swasta untuk membantu meningkatkan sarana dan prasarana. Seperti bantuan pelatihan peningkatan kompetensi guru dan bantuan buku tulis, sepatu serta tas untuk peserta siswa terbuka dari PT Indah Kiat Pulp and Paper.

“Anak di Tangsel tidak boleh ada yang tidak bersekolah. PKBM

salah satu penyedia pendidikan bagi siswa tidak mampu,” tegasnya.

Sementara Suistainable Head PT Indah Kiat Pul and Paper, Kholisul Fatikhin mengatakan, pelatihan peningkatan kompetensi guru PKBM dan SDN untuk membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tangsel.

“Kami berharap dengan pelatihan ini peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” tandasnya.

 

Baca Juga :