PENETAPAN KOMPONEN BIAYA TETAP DAN VARIABEL

PENETAPAN KOMPONEN BIAYA TETAP DAN VARIABEL

PENETAPAN KOMPONEN BIAYA TETAP DAN VARIABEL

Tujuan disini adalah untuk menetapkan jumlah biaya tetap untuk pertanggung jawaban plus standar biaya variabel per unit yang akan diterapkan pada tingkat kegiatan yang  dicapai. Jika kedua-duanya telah diketahui, maka biaya standar dapat ditentukan. Sebagai titik tolak yang baik adalah sebagai tinjauan terhadap pengalaman yang lalu. Penelaahan ini ini harus mencakup tidak saja mengenai biaya total tetapi juga berbagai ukuran kegiatan, perlu ditetapkan seberapa besar biaya bervariasi dan juga alat atau factor terbaik untuk mengukur kegiatan. Sebagai contoh, kegiatan di masa lalu dapat dihubungkan dengan standar jam kerja tenaga langsung, jam kerja tenaga langsung yang sebenarnya, jam mesin, unit produksi dan sebagainya.

Pertimbangan lain adalah tingkat keterincian yang diperlukan. Jika biaya-biaya telah dipisahkan menurut tanggung jawab sebagaimana mestinya, mungkin peninjauan atau penelaahan hanya perlu sampai pada biaya total departemen saja dan tidak sampai mengenai setiap unsur biaya. Atas dasar ini, dapatlah ditetapkan fixed budget sebesar Rp. 3.200.000 per bulan dan satu tariff biaya variabel sebesar Rp. 4.200 per jam kerja standar untuk departemen pengolahan. Menurut cara pendekatan ini, maka mengenai cara yang pasti bagaimana seorang pengawas akan menggunakan anggaran biaya bergantung pada pertimbangannya sendiri.

Dalam keadaan lain mungkin perlu untuk menganalisa setiap jenis biaya dalam satu departemen. Ini sering akan mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai keperilakuan

biaya dalam departemen itu dan memungkinkan pengembangan anggaran yang lebih baik. Semua biaya-biaya ini dapat dijumlahkan sehingga mencapai suatu tolok ukur yang menyeluruh untuk departemen, atau dapat diterapkan secara individu.

Tinjauan ulang terhadap pengalaman yang lalu perlu dilengkapi dengan pertimbangan yang baik dalam mengaplikasikan data terhadap periode-periode yang akan datang. Sebagai contoh, perubahan-perubahan dalam tariff-tarif upah, biaya bahan. Staf pengawas, dan sebagainya, perlu dipertimbangkan dalam mengubah/menyesuaikan data untuk tujuan-tujuan penetapan standar.

Suatu analisa yang sederhana terhadap data biaya overhead yang telah ditabulasikan, dan suatu pengetahuan mengenai kondisi operasi biasanya akan memungkinkan ditarik beberapa kesimpulan langsung mengenai apakah suatu biaya bersifat tetap atau bersifat variabel. Biaya-biaya tetap harus diklasifikasikan menjadi biaya-biaya yang tetap karena keputusan-keputusan manajer tertinggi dan biaya-biaya yang sekarang ini tetap sebagai akibat dari keputusan-keputusan yang diambil oleh para eksekutif produksi. Contoh-contohnya adalah sebagai berikut:

1.Tetap karena keputusan-keputusan manajemen tertinggi/pimpinan umum:

  1. Penyusutan bangunan dan mesin.
  2. Pajak kekayaan atas bangunan, peralatan dan persediaan.
  3. Asuransi.
  4. Gaji para eksekutif produksi.
  5. Pensiun.
  6. Amortisasi paten

2.Tetap karena keputusan-keputusan para eksekutif produksi:

  1. Gaji para staf pengawas pabrik.
  2. Biaya administrasi pabrik.
  3. Biaya kesejahteraan.

Suatu biaya dapat dianggap tetap apabila penelitian dan analisa terhadapnya menunjukkan, bahwa jumlah biaya tersebut adalah sama untuk setiap bulan atau periode operasi. Biaya-biaya lain mungkin bersifat variabel atau semi variabel. Apabila terjadinya sesuatu jenis biaya mempunyai hubungan langsung dengan suatu factor variabilitas, seperti banyaknya unit yang

dihasilkan, maka jenis biaya seperti itu digolongkan sebagai biaya variabel. Contoh-contoh yang khas dari biaya produksi tidak langsung yang variabel adalah sebagai berikut

Royalties (atas unit-unit yang dihasilkan)

Biaya alat-alat kecil

Listrik

Perlengkapan

Biaya percobaan

Sedgkan contoh-contoh dari biaya semivariabel yang berisi kompoen-komponen yang tetap dan yang variabel, adalah sebagai berikut:

Perbaikan dan pemeliharaan

Gaji dan biaya kantor pabrik

Pajak upah dan asuransi

Beberapa jenis kegunaan umum.

ANGGGARAN FLEKSIBEL LAINNYA

Beberapa perusahaan mungkin menemukan, bahwa dalam penggunaan metode-metode pengendalian anggaran adalah lebih cocok ontuk menyatakan budget allowancenya sebagai suatu jumlah tetap, plus suatu tariff variabel per factor variabilitas. Perusahaan-perusahaan tersebut agaknya lebih menyukai menetapkan budget total untuk setiap tingkat kegiatan dalam batas-batas yang mungkin.

ASPEK-ASPEK LAIN DALAM MENERAPKAN ANGGARAN

Dalam mengaplikasikan pengendalian budgeter terhadap biaya pabrikase, seseorang controller yang berhati-hati akan mengahsilkan gagasan-gagasan mengenai bagaimana membuat laporan anggaran lebih berguna kepada manager yang menggunakannya. Dapat ditemukan banyak teknik; akan tetapi, bagaimanapun diperlukan komunikasi yang baik. Biasanya para akuntan akan menyusun anggaran dalam satuan uang atau nilai. Kadang-kadang para manager produksi  tidak dapat menghubungkan operasi mereka dengan satuan moneter. Pada umumnya mereka berpikir dan mengelola dalam satuan jam kerja. Jika ini lebih dapat dimengerti, maka anggaran dapat lebih mudah dinyatakan dalam satuan jam kerja per jam kerja standar atau per factor-faktor lain. Anggaran untuk biaya-biaya lain dapat dinyatakan dalam satuan-satuan seperti liter (minyak), ton (batu bara), dan lain-lain.

Salah satu tujuan pengendalian budgeter adalah mempertahankan biaya-biaya dalam batas-batas penghasilan. Untuk ,mencapai tujuan ini, factor variabilitas yang umum adalah jam kerja standar jam kerja manusia atau standar jam kerja mesin yaitu basis-basis yang dipengaruhi oleh kuantitas produksi yang telah disetujui. Jika terdapat kesulitan-kesulitan pengolahan, maka jumlah anggaran dari semua departemen berdasarkan basis seperti itu akan dikurangi. Sebagai contoh, controller mungkin mendengar banyak argumentasi dari mandor pemeliharaan, bahwa dia tidak pantas dihukum dalam anggarannya oleh karena produksi tidak efisien atau apabila rencana-rencana telah ditetapkan, itu tidak dapat diubah terus menerus oleh karena produksi tidak dapat mencapai apa yang diharapkan. Keadaan seperti itu dapat dipecahkan menurut salah satu dari kedua cara sebagai berikut: (1) jam kerja standar yang dianggarkan dapat dipergunakan sebagai basis untuk anggaran biaya variabel, atau (2) mador pemeliharaan dapat diberitahukan secara teratur bahwa produksi, dan oleh karenanya juga jumlah standar budget allowance, akan berada dibawah apa yang diantisipasikan. Cara pertama sedikit menyimpang dari sumber daya penghasil pendapatan, tetapi memungkinkan suatu  perhitunhan jumlah budget (budget allowance) dalam batas-batas pendapatan dan tidak memerlukan perubahan yang terus menerus dari tenaga kerja untuk periode yang sangat singkat. Cara kedua menambah lebih banyak koordinasi diantara berbagu departemen meskipun sedikit terdapat unsur ketidakstabilan.

Pengeluaran-pengeluaran yang luar biasa atau tidak dapat diantisipasikan yang bersifat biaya produksi tidak langsung sering perlu dilakukan. Pemgeluaran-pengeluaran ini dapat dilakukan diluar anggaran biasa,  walaupun kondisi kumulasi tahunan perlu dipertimbangkan. Dalam keadaan seperti itu dan jika pengeluaran dianggap perlu dan pantas, maka dapat dibuat anggaran khusus diatas anggaran biasa.

Hal lain yang tidak bileh diabaikan oleh staf akuntansi ialah, bahwa pertimbangan yang penting bukanlah bagaimana fleksibilitas itu dimasukkan dalam budget atau standar, melainkan bahwa fleksibilitas itu telah diinjeksikan. Apakah akan diperhgunakan bagan atau tabel untuk menetapkan anggaran yang diperkenankan atas suatu basis yang kurang bersifat otomatis atau apakah budget akan disesuaikan per bulan atau per kwartal atas dasar penelaahan khus dalam hubungan volume, adalah tindakan terlalu pokok, karena metode yagn manapun dapat dipergunakan secara berhasil. Pertimbnagan utama adalah untuk memperoleh suatu tolok ukur yang juga dapat mengendalikan biaya-biaya pada tingkat yang wajar dalam hubungannya dengan aktivitas atau pendapatan.

Sumber : https://merkbagus.id/