Kamera Sederhana nan Memuaskan ala Samsung

Kamera Sederhana nan Memuaskan ala Samsung

Kamera Sederhana nan Memuaskan ala Samsung

KECANGGIHAN kamera ponsel belakangan semakin mumpuni dan mampu bersaing dengan kamera pada umumnya. Seperti ponsel terbaru keluaran Samsung, Galaxy A8 dan A8 Plus.

Kedua ponsel pintar ini dibekali kamera belakang dengan resolusi 16 MP.

Bahkan di depannya sudah dual camera dengan resolusi 16 MP dan 8 MP sehingga penggunanya bisa berswafoto dengan efek bokeh. Kemampuan kamera ponsel pintar besutan pabrikan Korea Selatan itu diuji coba dalam Smart Photography Workshop di Museum Mandiri, Jakarta, Sabtu (17/2). Efek bokeh itu bisa memberikan keunggulan seperti fokus pada objek di depan saja atau sebaliknya. Jadi, fokus di depan jelas, tetapi di belakang dibuat agak buram. Atau sebaliknya di belakang jelas, tapi depan buram.

“Jadi, kita mengadakan workshop ini untuk berkolaborasi dengan komunitas fotografi juga sehingga kita bisa berinteraksi dengan komunitas dengan menggunakan smartphone sebagai media untuk fotografi, baik untuk smartphone photography maupun journalistic photography yang medianya Samsung Galaxy A8 dan A8 Plus yang baru diluncurkan di awal tahun ini,” jelas IM Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, Irfan Rinaldi.

Sekitar 30 peserta yang hadir menguji langsung kemampuan sensor

terta cell dari kamera A8 dan A8 Plus. Sensor itu, kata Irfan, memungkinkan kamera mendapatkan hasil foto yang baik pada kondisi yang minim cahaya.

“Secara otomatis akan mendeteksi saat kondisi low light akan shifting menjadi low light mode sehingga menghasilkan foto yang lebih bright. Saat kita sudah keluar dari low light condition maka akan shifting lagi tetra cell-nya untuk mengambil gambar di kondisi yang cerah dan akan mengambil detail yang lebih bagus. Kameranya akan otomatis beralih fungsi,” imbuh Irfan.

Namun, pecinta fotografi terkadang suka mengutak-atik

kemampuan kamera sesuai keinginan, itu pun bisa dilakukan. Dengan modus pro, pengguna dapat mengatur exprosure, white balance, dan lain-lain secara manual. Menurut Irfan, penggunaan ponsel pintar yang berbekal kamera mumpuni semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya foto yang dihasilkan biasanya dibagikan ke media sosial sebagai bagian dari cerita penggunanya. Itu juga mempermudah para pengguna yang memang bekerja di bidang fotografi.

 

sumber :

https://teknosentrik.com/