Jumlah Anak Putus Sekolah di Kabupaten Bogor Menurun

Jumlah Anak Putus Sekolah di Kabupaten Bogor Menurun

Jumlah Anak Putus Sekolah di Kabupaten Bogor Menurun

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor TB Luthfie Syam mengatakan, jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Bogor menurun lebih dari 50 persen.

“Salah satu upaya menekan angka putus sekolah yang telah berhasil,

adalah meningkatkan akses menuju sekolah. Itulah titik yang kami anggap kritis,” kata Kadisdik saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/1/2018).  Data Disdik menunjukkan, jumlah anak putus sekolah dari semua jenjang pendidikan, mulai SD, SMP dan SMA pada 2016 mencapai 3.941 siswa, dan turun menjadi sekitar 1.000 orang pada 2017.  Luthfie menjelaskan, wilayah yang luas dan besar membuat masyarakat Kabupaten Bogor sulit menjangkau beberapa tempat. Kekuatan ekonomi keluarga juga kerap menjadi kendala. Kondisi ini, tidak hanya terjadi pada satu kelompok masyarakat, melainkan merata. “Sudah keluarganya susah, sekolah pun sulit dijangkau karena jauh. Masalah ekonomi di sini tidak hanya soal  biaya sekolah, tapi juga  transportasi,” kata Luthfie. Upaya lain untuk menekan angka putus sekolah, adalah memberi fasilitas formal lain guna menjangkau lebih banyak anak-anak.  Misalnya, pendidikan kelas jauh, kelas terbuka dan kelas satu atap. Di sisi lain diakui Luthfie, pendidikan formal itu tidak bisa menutup lobang-lobang tersisa yang sebagiannya sudah ditutup melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Masih banyak lobang tertinggal dan kami menutupinya dengan pendidikan non formal,

” terang dia.

Beberapa saluran non formal lain yang sudah digunakan, adalah 46 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pusat yang tersebar di 40 kecamatan ini, dibentuk untuk menjaring peserta dalam mengikuti program kejar paket A, B dan C. Di luar semua itu, Disdik telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak guna menekan angka putus sekolah.

“Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pesantren.

Kerja sama dilakukan sebagai upaya dalam menanggulangi putus sekolah,” ucapnya. ***

 

Baca Juga :