Dikpora Gelar Pelatihan Bendahara Pengelola Dana BOS

Dikpora Gelar Pelatihan Bendahara Pengelola Dana BOS

Dikpora Gelar Pelatihan Bendahara Pengelola Dana BOS

Pemerintah Provinsi Maluku melalui Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang wajib

belajar 12 tahun mengisyaratkan, setiap penduduk Maluku wajib menamatkan pendidikan pada jejang pendidikan menengah.

Untuk itu sebagai konsekwensi, pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada satuan pendidikan tingkat SMA, SMALB, MA dan SMK.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Dinas Drs.Hadi Suleman, M.Si ketika membuka Pelatihan Bendahara Pengelola Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tingkat SM. SMALB, MA dan SMK kabupaten/kota se-Maluku yang berlangsung di hotel Golden Palace Kamis (28/8/2014).

Dikemukakan, dana BOS dimaksud nantinya dikelola dengan baik guna menunjang

kegiatan belajar mengajar disetiap sekolah, sekaligus dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Maluku.

Karenanya, dana BOS yang diterima disekolah-sekolah hendaknya dikelola dengan baik, serta dapat dipertanggung jawabkan secara transparan dan akuntabel, mengingat banyak permasalahan yang muncul terkait penggunaan dana BOS di sekolah.

Hal ini sesuai dengan hasil monitoring dan evaluasi pengelolaan dan penggunaan dana BOS

yang dilaksanakan secara terpadu antara dinas Dikpora dengan Inspektorat Provinsi Maluku.

Melalui kegiatan ini para bendahara pengelola dana BOS dapat memahami dan mampu mengelola dana BOS di sekolah secara baik dan benar, untuk menghindari penyimpangan penggunaan anggaran teristimewa upaya untuk memahami secara baik mekanisme pertanggung jawaban.

Sementara itu Ketua Panitia pelaksanan Ir. Janis Riupassa melaporkan, tujuan pelatihan adalah agar bendahara pengelola keuangan dana BOS SMA, SMALB, MA dan SMK dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman bendahara pengelola keuangan dana BOS dalam hal pengelolaan, penggunaan, serta pertanggung jawaban pada setiap satuan pendidikan.

Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat memahami mekanisme pengelolaan dan pertanggung jwaban keuangan dana BOS secara baik dan benar, tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 110 orang berasal dari 11 kabupaten/kota se Maluku yang terdiri dari kabupaten MBD 10 orang, SBT 8 orang, Bursel 8 orang, Buru 8, Kepulauan Aru 8, Kota Tual 8 orang, Malra 10 orang, SBB 10, Malteng 16 orang, serta Kota Ambon 12 orang, berlangsung selama 3 hari. (TM04)

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/cara-tayamum/