Anna Mariana Tak Kenal Lelah Populerkan

Anna Mariana Tak Kenal Lelah Populerkan Tenun

Anna Mariana Tak Kenal Lelah Populerkan

Tokoh tenun dan songket nusantara yang juga desainer

Anna Mariana tak pernah merasa cepat puas dalam berkarya dan berprestasi. Setiap ada kesempatan, dia selalu ingin mencari hal baru untuk lebih banyak menambah catatan spesial di curriculum vitae-nya. Hal ini menjadi salah satu usaha tak kenal lelah Anna Mariana dalam mempopulerkan kerajinan tradisional tenun dan songket di dunia.

Sebagai seorang perajin tenun, Anna Mariana berkeinginan karyanya semakin bisa membawa harum sekaligus mengangkat harkat dan nama bangsa. Agar bisa lebih dikenal dan dihargai, Anna pun mencoba membawa kerajinan tenun dan songket di ajang New York Fashion Week (NYFW), September mendatang.

Pada bulan yang sama, Anna juga berharap dapat mendeklarasikan Hari Tenun Nasional agar masyarakat Indonesia terutama generasi muda bisa lebih menghargai tenun dan songket tradisional Tanah Air.

 

“Pertama deklarasi Hari Tenun Nasional pada September mendatang.

Lantas, disusul saya ikut NYFW di bulan yang sama, kemudian mematangkan persiapan penyelenggaraan Betawi Fashion Week yang digelar tahun depan, setelah HUT Jakarta,” tutur Anna Mariana kepada SINDO di Jakarta, beberapa hari lalu.

Betawi Fashion Week (BFW) merupakan ajang yang digagas sendiri

oleh Anna bersama Lembaga Kebudayaan Betawi dan Indonesia Fashion Galery (IFG). “Dan IFG adalah sebuah tim yang membantu saya masuk ke New York Fashion Week di 2019! Dan IFG lah yang akan mengatur semua koreografi hingga produksi acara BFW,” terang Isteri Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MS, MSc tersebut.

Dalam acara BFW akan ditampilkan pameran produk fesyen mode Betawi

berikut produk kerajinan, pernak pernik khas UKM. “Produk peserta yang bisa ikut diseleksi melalui kurasi ketat agar produk yang ditampilkan benar-benar produk berkualitas, agar popularitas Betawi makin meningkat dan berkelas internasional,” ungkap perempuan kelahiran 1 Januari 1960 ini.

Tujuan utama penyelenggaraan BFW sendiri memang untuk mengangkat harkat budaya dan produk Betawi, baik di bidang fesyen maupun produk kesenian lainnya yang selama ini tak dikenal publik terutama generasi muda. “Selama ini produk Betawi selalu dikesankan sebagai produk kelas pinggiran dan bawah. Kita harus bisa mendobrak anggapan itu terutama di kalangan anak muda saat ini,” lanjut Pendiri, Dewan Pakar &‎ Pembina Komunitas Teksil Tradisional Indonesia (KTTI) ini.